TKP Pasar Horas, Lansia Dihipnotis, Uang Rp 1 Miliar Melayang

Rumah korban di Jalan Pane. (foto : Ndo)

Siantar, hetanews com - AL, wanita lanjut usia yang tinggal di Jalan Pane, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan, kehilangan barang-barang berharganya setelah terkena pengaruh hipnotis.

Ditemui di kediamannya, wanita suku Tionghoa ini menceritakan kejadian yang dialaminya yang dimulai dari Pasar Horas Kota Siantar, Senin (25/9/2017) sekitar pukul 11.00 WIB saat ia berbelanja ikan untuk keperluan usahanya, membuka warung sarapan pagi.

Saat di Pasar Horas itu, dua orang wanita yang diperkirakannya berusia 40-an mendekat kepadanya. Dua wanita yang juga sama-sama suku Tionghoa tersebut mengatakan kepadanya mencari Pendeta untuk obat panjang umur.

"Ada dua orang masih muda sekitar 40 an umurnya, rambutnya pirang. Bilang mau cari Pendeta dari Singapura, tapi aku gak kenal siapa Pendeta itu. Karena sesama Kristiani, saya bantu mencari Pendeta itu. Di tengah jalan, dibilang orang itu, 'itu cucu Pendeta itu'," ujarnya, Selasa (26/9/2017).

Nah, dari sinilah ia dikerjai komplotan hipnotis tersebut. Mereka kemudian berangkat ke mobil kawanan yang ternyata telah menunggu dua orang lagi, satu wanita dan seorang pria sebagai supir. AL lupa merk mobil itu, tapi diperkirakannya Avanza warna putih atau silver.

Saat di mobil itu, ia seakan mengikuti semua kemauan kawanan hipnotis itu. Ia sempat dibawa-bawa ke beberapa inti Kota Siantar dan kemudian ia disebut-sebut akan mendapatkan marabahaya sesuai dengan suratan tangannya.

Untuk penangkal marabahaya itu, ia disuruh mengambil seluruh uangnya dan beberapa ramuan seperti beras satu genggam dibungkus kertas koran.

"Saya bilang, gak bawa buku tabungan. Buku tabunganku ada dirumah. Tapi kata orang itu, biar diantar ke rumah untuk mengambil buku tabungannya," lanjut korban ini.

Sesampai di rumah, ia ternyata tidak hanya mengambil buku tabungan saja. Namun diperintah untuk mengambil semua barang berharga miliknya. Uang sekitar Rp 200 juta, sejumlah uang mata asing dan perhiasan juga diambilnya.

"Baru disuruh ambil semua uang di Bank. Saya ambillah semua di Bank Mestika. Sekitar Rp 600 juta yang saya aambil itu. Kalau ditotal, uang kontan ada Rp 1 miliar lah semuanya. Belum lagi ikut perhiasan. Semalam juga sudah lapor ke polisi. Sudah dicek semua CCTV, tapi gak ada yang dapat," sambungnya.

Setelah itu, ia memberikan semua uang dan perhiasan itu kepada kawanan hipnotis tersebut. Untuk menangkal marabahaya itu, ia kemudian diajak berdoa di salah satu tempat. Usai berdoa, ia melihat bungkusan uang dan perhiasannya dimasukkan ke tasnya.

Dan saat tasnya dipegang, ia yakin itu berisi uang dan perhiasannya karena tas itu berat. Ia kemudian diturunkan di depan Sapadia Hotel dan disuruh pulang ke rumah menggunakan becak. Saat sudah dirumah, ia seakan sadar dari pengaruh hipnotis itu dan mengecek uang serta barang berharga ditas miliknya.

Namun apa daya, ia seakan terkejut melihat tasnya yang bukan berisi uang serta perhiasan itu. Tasnya berisi tisu, minuman mineral dua botol, garam, gula merah. Sadar dihipnotis dan kehilangan barang berharga, ia kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Siantar.

"Sudah datang polisi kesini. Sudah cek juga CCTV di Bank Mestika, gak dapat. Cuma saya yang masuk ke Bank itu. Orang itu nunggu di luar. Mobilnya gak dapat CCTV itu karena bukan di depan bank dibuatnya. Pokoknya orang itu empat orang, tiga perempuan sama-sama Tionghoa sama satu supir laki-laki," tutupnya.

Penulis: Ndo. Editor: Aan.