Ada Tanda Aneh dari AKP P Nainggolan saat Hari Terakhirnya Bertugas di Polres Tobasa 

Istri almarhum AKP Pinda Nainggolan saat menangisi jenazah suaminya. (foto : Frengki)

Tobasa, hetanews.com - AKP Pinda Nainggolan, yang akan melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) di Mapolres Deli Serdang tiba-tiba meninggal dunia, Senin (18/9/2017) pagi sekira pukul 08.45 WIB.

Perwira balok tiga emas itu terakhir kalinya melaksanakan tugas sebagai Kasat Sabhara Polres Toba Samosir (Tobasa) dalam pengamanan acara Junior Chamber International (JCI) di Pantai Lumban Bulbul, Balige, Sabtu (16/9/2017) masih dalam keadaan sehat.

“Iya meninggal pas mau sertijab di Polres Deliserdang,” tutur Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli ketika konfirrmasi awak media.

Perwira dengan dua melati di pundaknya itu mengaku kaget mendengar kabar duka tersebut. Pasalnya selama menjabat Kapolres, dirinya tidak pernah mendengar alamarhum AKP Pinda Nainggolan pernah sakit.

Dijelaskan Elvianus, ada beberapa pejabat Polres Tobasa yang dimutasi. Salah satunya almarhum AKP Pinda Nainggolan yang akan menjabat Kasat Binmas di Polres Deliserdang.

Kabar duka meninggalnya AKP Pinda Nainggolan tak pernah diduga. Namun sebelumnya, almarhum telah menunjukkan tanda-tanda yang aneh.

Seperti pengakuan Kasat Reskrim Polres Tobasa AKP Manson Nainggolan, jik Sabtu (16/9/2017) pagi, alamarhum tiba-tiba mengajak dirinya ke rumah, lalu menyampaikan kata perpisahan melalui doanya.

“Aneh, tiba-tiba almarhum mengajak saya berdoa. Padahal tidak pernah seperti itu,” tutur Manson mengisahkan.

Almarhum AKP Pinda Nainggolan. (foto : Frengki)

Diterangkan, saat itumereka sedang mengikuti apel pengaman acara JCI. Sebelum apel, almarhum tiba-tiba memanggilnya dan mengajak ke rumahnya di komplek Mapolres Tobasa. Setibanya di dalam rumah, almarhum mengajaknya berdoa.

“Saya dipanggil, katanya 'adekku, ayo dulu ke rumah. Sampai di rumah, saya dipersilahkan duduk. Berdoa dulu kita katanya. Saya heran, kok tiba-tiba seperti itu,” terang Manson.

Dirinya semakin heran ketika almarhum memimpin doa. Dalam doanya, ada kata-kata perpisahan. “Anehnya lagi, yang didoakan hanya  saya. Tapi saya hanya diam dan menurut saja,” terang Manson.

Dipaparkan Manson, dalam doa yang dibawakan almarhum menyebutkan “Tuhan, terima kasih kami sudah pindah. Di dunia ini, ada pertemuan ada perpisahan. Tuhan, adekku ini pindah tugas ke Madina, berikan dia kesehatan, rejeki”.

“Seperti itulah inti doanya. Sebenarnya saya ingin tanya kenapa tiba-tiba diajak berdoa dan kenapa hanya saya yang didoakan. Tapi entah mengapa saya hanya diam dan menurut,” jelasnya.

Menurutnya, pertemuan mereka yang terakhir itu seolah memberikan pesan bahwa almarhum akan meninggal. Saat mendengar kabar duka, yang terkenang dalam benak Manson hanya kisah terakhir saat mereka berdoa.

Dimana setelah mengikuti pengamanan, sore harinya, almarhum langsung berangkat ke Medan.

Seperti diketahui, AKP Pinda Nainggolan sudah bertugas di Polres Tobasa kurang lebih 6 tahun. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Pinda dikabarkan mengeluh sakit kepala. Pinda sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong lagi.

Penulis: frengki. Editor: Aan.