Ini Kronologi Penembakan Bandar Sabu Jaringan Internasional di Tanjungbalai

Jenazah pelaku saat tiba di RSUD Tanjungbalai. (foto : Ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai tembak mati seorang bandar narkoba jaringan internasional di Jalan Sudirman Km 7 Tanjungbalai, pada Rabu (13/9/2017) sekira pukul 20.00 WIB.

Dari tangan tersangka, polisi menyita narkotika jenis sabu-sabu seberat 3 kilogram.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono menjelaskan, tersangka bernama Jefri Syahputra, warga Jalan Cicak Rowo Lingkungan VII Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung merupakan bandar narkoba jaringan internasional.

"Tersangka ini merupakan Target Operasi atau TO kita. Mendapat informasi bahwa tersangka akan melakukan transaksi narkoba di daerah Dumai, Pekan Baru, personil Satuan Narkoba mengikuti hingga ke sana (Dumai)," sebut Tri Setyadi.

Tersangka menaiki bus penumpang ke Dumai dan diikuti oleh petugas yang melakukan penyamaran.

"Penyamaran dilakukan secara melekat dengan tersangka. Sehingga segala gerak gerik tersangka dipantau dengan rapi oleh petugas Satuan Narkoba yang telah terlatih dengan baik dalam hal penyamaran atau undercover," puji Kapolres.

Selama tiga hari petugas mengikuti tersangka di Dumai, hingga Rabu (13/9/207) pagi tersangka berrtolak balik ke Tanjungbalai dengan menumpang bus angkutan umum antar provinsi.

Petugas medis menggeluarkan peluru yang bersarang di tubuh pelaku. (foto : Ferry)

"Rabu malam tersangka turun di daerah Simpang Kawat, Kabupaten Asahan untuk tukar kenderaan. Selanjutnya menaiki becak bermotor atau betor menuju Tanjungbalai," jelas Tri Setyadi.

Polisi yang telah standby menghampiri  pria berusia 21 tahun ini di Terminal Tanjungbalai saat turun dari betor dengan membawa tas ransel berwarna hitam. Petugas lalu menghampiri untuk melakukan pemeriksaan terhadap tta yang dibawanya.

Saat petugas memeriksa tas sandangnya dengan cara membungkuk, tersangka melihat senjata di pinggang polisi dan merampasnya hingga terjadi pergumulan.

Melihat kejadian tersebut, anggota polisi lainnya yang telah siap siaga meletuskan tembakan ke udara sebanyak 3 kali, namun tidak diindahkan tersangka.

Sehingga polisi terpaksa melepaskan tembakan ke arah tersangka, sehingga peluru bersarang di kepala dan punggung.

Tersangka diduga tewas di tempat dan selanjutnya dibawa ke RSUD TanjungBalai untuk dilakukan visum. Namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan pasrah atas kejadian tersebut.

Rencananya jenazah pelaku akan dimakamkan Kamis (14/9/2017) di pemakaman dekat rumahnya di Beting Kuala Kapias.

Penulis: ferry. Editor: Aan.