Tarik Mobil Semena-mena, Batavia Leasing Dipolisikan

D Siburian dan kuasa hukumnya, usai membuat laporan di Polres Siantar.(foto/ndo)

Siantar, hetanews.com - Penarikan kendaraan yang dalam status kredit, namun menunggak, kembali lagi terjadi di Kota Siantar tanpa prosedur yang sesuai dengan peraturan yang berlaku, di Indonesia.

Kali ini, D Siburian (37), warga Jalan Bahkapul, Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara menjadi korban penarikan kendaraan dengan semena-mena oleh PT Batavia Prosperindo Finance.

Ia didampingi istri serta kuasa hukumnya, kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak Polres Kota Siantar, Selasa (5/9/2017) siang. Ia melaporkan kejadian yang terjadi pada Selasa (8/8/2017) lalu, sekitar pukul 16.30 WIB.

Usai membuat laporan resmi, Siburian menjelaskan kronologis kejadian itu. Awalnya, ia menitipkan mobilnya jenis Pick Up L300 BK 8633 WA untuk diperbaiki di bengkel milik marga Sijabat, di Jalan Sibatu-batu, Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Namun, tetiba saja, sebanyak 7 orang debt collector yang mengaku dari leasing Batavia ingin mengambil mobil tersebut. Bahkan, debt collector itu, menyerahkan surat persetujuan penarikan mobil yang ditanda tangani Lurah setempat dan Sijabat, selaku pemilik bengkel.

"Dikelilingi tujuh orang itu aku. Jadi gak bisa apa-apalah aku. Gak ada kutanda tangani surat itu. Tapi, bisa pula ada tanda tangan lurah sama tanda tangan Sijabat itu. Kok bisa pula orang itu nanda tangani penarikan mobilku," ujarnya sambil bertanya.

Diakuinya, mobil tersebut masa dalam pengkreditan di Batavia leasing itu. Ia telah membayar selama 9 bulan. Namun, 4 bulan belakangan, ia belum membayar sehingga pihak leasing menariknya.

Karena ia tahu peraturan bahwa penarikan kendaraan harus melalui putusan Pengadilan dan tidak bisa dilakukan secara semena-mena, maka ia bersama kuasa hukumnya melaporkan kejadian itu ke Polres Siantar.

Padahal, sebelum membuat laporan resmi ke kepolisian, ia sudah ada niat baik dengan mendatangi kantor Batavia Leasing cabang Kota Siantar di komplek Megaland. Ia sudah sampai 3 kali datang untuk mengutarakan niat baiknya.

"Sudah 9 bulan kami bayar. Memang 4 bulan nunggak. Tapi sejak ditarik mobil itu, kami sudah 3 kali datangi kantornya. Sambil bawa uang kami untuk membayar 4 bulan itu sekaligus dendanya mau kami bayar," tuturnya.

Namun, kedatangan dengan niat baik itu ditolak oleh pihak leasing. Pihak leasing meminta agar Siburian membayar sisa kredit hingga lunas, sekitar 22 bulan lagi. Hal itu belum disanggupinya untuk membayar secara lunas keseluruhan.

"Diakui orang itu (leasing Batavia) memang mobil itu sama orang itu. Padahal kunci sama STNK samaku. Gak tahu aku gimana bisa dibawa orang itu mobilku. Dibawa orang itu mobilku, ada uang sisa beli minyak sekitar Rp 200 atau Rp 300 ribu. Belum lagi goni sama tenda, ada disitu," lanjut Siburian.

Ia dan kuasa hukumnya berharap, agar pihak leasing mau mengembalikan mobilnya dengan keadaan sebagaimana saat ditarik dan ia bersedia membayar tunggakan selama 4 bulan itu.

Penulis: Ndo. Editor: gun.
Komentar 1