Pria Ini Hidup Sederhana dengan Harta Rp 1.005 Triliun

Warren Buffett.

Jakarta, hetanews.com - Siapa yang tidak kenal dengan Warren Buffett, salah satu investor sekaligus pengusaha tersukses di Amerika Serikat (AS) dengan kekayaan yang ditaksir mencapai USD75,6 miliar atau sekira Rp1.005 triliun (kurs Rp13.300 per USD).

Buffett lahir di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, 30 Agustus 1930 dan kini berumur 86 tahun. Buffett adalah komisaris, direktur utama, dan sekaligus pemegang saham terbesar di Berkshire Hathaway.

Sangat beruntung investor yang hadir dalam acara Capital Market Community Gathering untuk memperingati diaktifkan kembali pasar modal Indonesia yang ke-40 tahun. Sebab, penulis buku Robert P Miles yang sekaligus sahabat Buffett membeberkan kisah Buffett dari nol hingga saat ini.

Miles menulis buku berjudul Rahasia Menjadi Seorang Sukses Warren Buffett. Menurut Miles, hingga saat ini Buffett memiliki kehidupan yang sederhana. Prinsip dan semangat Buffett merupakan kunci kesuksesannya.

"Hingga saat ini kehidupannya masih sangat sederhana. Prinsip dan semangatnya yang menjadikan dia sukses. Dia benar-benar senang melakukan apa yang dia lakukan," kata Miles di Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Lanjut Miles, bahkan setelah kepergian istrinya, Buffett ebih menjadikan dirinya bersyukur dengan apa yang dimilikinya, ia pun membesarkan anak-anaknya seorang diri. Setelah itu Buffett juga pada tahun 2016 menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk Bill and Melinda Gates Foundation.

"Gaya hidup Buffett yang sederhana membuktikan bahwa dia dapat memberikan keuntungan bagi dunia. Ia pun berjanji untuk memberikan hampir semua kekayaannya untuk kegiatan amal. Bahkan, dia telah menyumbangkan miliaran dolar AS untuk Bill and Melinda Gates Foundation. Itu suatu tindakan filantropi yang tak terduga," jelasnya.

Menurut Miles, Buffett hanya membelanjakan sekira 1% dari kekayaannya dan 99% nya digunakan untuk membantu orang lain yang kurang mampu.

"Buffett ketika itu mengatakan, konyol baginya jika tidak membagi kebutuhan tersebut untuk orang-orang yang membutuhkannya. Karena menurutnya investasi harus rasional. Jika kita tidak memahami, jangan melakukannya," tukasnya.

 

 

 

 

 

 

 

sumber : okezone.com

Penulis: -. Editor: Aan.