Sistim Managemen K3 PT Harkat Sejahtera Diduga Ikut-Ikutan Trend

Korban Adi Putra saat dirawat di RS Vita Insani Siantar.(foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Sistim managemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Harkat Sejahtera di Nagori Dusun Pengkolan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, diduga sekedar ikut - ikutan trend. Dinas terkait dinilai layak terjun kelokasi menindak lanjuti terjadinya kecelakaan kerja di sana.

Pasalnya, salah satu korban kecelakaan kerja di PKS PT Harkat Sejahtera tersebut, Rabu (9/8/2017) sekira pukul 02.58 WIB dini hari, terpaksa dioperasi kulit pada kedua bahagian kakinya karena tercurah sisa Crude Palm Oil (CPO) panas yang pecah dari tanki Recoveri.

Sementara diketahui standar OHSAS yang harus diterapkan oleh perusahaan dalam hal ini melalui organisasi diantaranya, menerapkan sistem managemen K3 mengurangi/menghilangkan resiko kecelakaan dan keselamatan terkait aktifitas organisasi pada personil dan pihak lain yang berkepentingan.  

Korban tersebut, Adi Putra yang mengaku menjabat mandor proses pada PKS PT Harkat Sejahtera, Sabtu siang (12/8/2017) sekira pukul 12.30 WIB, di kamar Melati nomor 314 Rumah Sakit Vita Insani (RSVI), di jalan Merdeka Kota Siantar, membenarkan bahwa akibat kecelakaan itu harus dioperasi.

"Logikanya sayakan harus keliling, karena saya mandor proses. Selang 5 menit kemudian, persis di TKP saya menoleh kebelakang dan saya melihat ada panel mesin yang mengalami kebocoran. Saya sempat coba berlari menghindar, namun cairan panas CPO keburu merendam kedua kakiku," kisahnya kepada wartawan.

Baca Juga : Diduga Boiler Meledak, Sejumlah Karyawan PT Harkat Sejahtera di Simalungun Melepuh

Kawan ku itu gak begitu parah, karena pasca peristiwa posisinya agak jauh. Dan sesuai hasil klarifikasi yang pecah itu Recoveri Tank. Yakni pipa minyak kelimbah, dan saat itu kami berdua langsung dievakuasi ke bidan Boreg dan setelahnya dirujuk ke Rumah Sakit ini, imbuhnya.

Kalau masalah yang mana yang pecah bukan urusan kami, bilangnya menolak menerangkan lebih rinci terkait penyebab kecelakaan kerja yang dialaminya. Lalu menjelaskan, bahwa segala biaya perobatan termasuk biaya operasi kulit kedua kakinya ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Penulis: Zai. Editor: gun.