Diduga Boiler Meledak, Sejumlah Karyawan PT Harkat Sejahtera di Simalungun Melepuh

Korban Putra dan Aryadi saat mendapat perawatan.(foto: sumber facebook)

Simalungun, hetanews.com - Sejumlah pekerja Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Harkat Sejahtera di Nagori Dusun Pengkolan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit, di kota Siantar usai tersiram air panas yang diduga bersumber dari ledakan boiler milik PKS itu.

Informasi dihimpun, Jumat (11/8/2017) menyebutkan, pada Rabu (9/8/2017) lalu, sekira pukul 02.50 WIB dini hari, terdengar suara ledakan dari arah PKS PT Harkat Sejahtera. Ledakan itu sangat keras, sehingga mengganggu tidur warga. Dan akibat ledakan itu, ada karyawan menjadi korban.

"Informasinya ada puluhan karyawan yang bekerja saat naas  itu, akibat ledakan pekerja tersiram air panas. Diduga dari boiler PKS. Kurang tau siapa - siapa yang menjadi korban, bahkan pihak kepolisian sektor (Polsek) Bosar Maligas informasinya belum dikabarkan pihak perusahaan," ungkap sumber.

Kepala Keamanan PKS PT Harkat Sejahtera, Suker yang ditemui diportal utama perusahaan yang juga bergerak dibidang pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tidak membantah adanya peristiwa kecelakaan kerja tersebut. Dan menjelaskan bahwa sejumlah korban yang dimaksud adalah dua orang.

"Benar ada musibah tersebut, tapi jumblah korban tidak sebegitu banyak. Hanya 2 orang, dan terjadinya sekitar pukul 02.58 WIB dini hari. Tidak boiler meledak, untuk lebih jelasnya sama humas aja ditanya. Yang jelas korban, Putra dan Aryadi langsung dibawa kerumah bidan Boreg saat itu,"bilangnya.

Disinggung, apakah benar bahwa peristiwa kecelakaan kerja itu belum dilaporkan pihak perusahaan kepada kepolisian setempat, Suker membenarkannya. "Benar, mungkin ini hari perusahaan akan melaporkannya, Kita tunggu saja pak humas," imbuhnya.

PT Harkat Sejahtera memiliki lahan tanaman kelapa sawit sekira 20 hektare sebagai persyaratan pendirian PKS yang beroperasi 18 jam per hari itu. Robaini Damanik didampingi Manager Kesehatan dan Keselamatan Kerja, ngaku bermarga Saragih, membantah bahwa ledakan terjadi adalah boiler PKS.

"Bukan boiler yang meledak, tapi recovery. Recovery itu, setelah dari rebusan lalu masuk kebak pit. Setelahnya diangkat ke recovery. Tidak benar puluhan orang yang tercurah air panas. Tapi dua orang, keduanya diberikan pertolongan pertama ke bidan Boreg,"bilang Saragih.

Dikatakan, luka curah air panas dari ledakan recovery tank tidak melepuhkan kepala kedua korban, tangan, maupun badan. Karena PT Harkat Sejahtera lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja. Oleh karenanya, pekerja di setiap bekerja diberikan helm dan sepatu boat.

"Kepala, tangan, maupun badannya tidak melepuh, hanya kaki korban melepuh. Karena perusahaan ini lebih mengutamakan K3 dengan memberikan helm dan sepatu boat disetiap bekerja. Sekali lagi saya tekankan, korban bukan melepuh bukan karena pecahnya boiler," imbuhnya.

Dikatakan, selaku Manager K3 di PKS PT Harkat Sejahtera, dirinya mengawas 8 jam walau PKS beroperasi selama 16 jam per hari. "Memang hari naas itu aku tak jam kerja. Dari informasi, penyebab kecelakaan kerja itu karena bosy recovery putus tengah. Korban sekarang di RS Vita Insani, Siantar," ungkapnya. 

Terkait peristiwa kecelakaan kerja di PKS PT Harkat Sejahtera itu, Pangulu Nagori Dusun Pengkolan, Robana Sinaga, disekitar ruang Camat Bosar Maligas, Amon Carles Sitorus mengatakan, dirinya mengetahui adanya kecelakaan kerja di sana setelah mendapatkan pelaporan dari gamot dilingkungan perusahaan.

 

Penulis: Zai. Editor: gun.