Masalah PKL dan Pelayanan Publik Jadi Tugas Utama Hefriansyah

Gubsu Tengku Erry Nuradi saat melantik Hefriansyah menjadi Wali Kota Siantar.

Siantar, hetanews.com - Setelah kurang lebih 2 tahun tanpa pemimpin defenitif, akhirnya kota Siantar, Kamis (10/08/2017)  lalu, memiliki Wali Kota dengan dilantiknya Hefriansyah.

Dan selama 2 tahun tersebut, banyak hal yang terabaikan atau terbengkalai khususnya yang langsung menyentuh kepada masyarakat, seperti pelayanan publik. Dan selama itu pula tidak memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Seperti yang diutarakan Ketua Komisi I DPRD Siantar, Hotman Kamaludin Manik. Dia mengharapkan agar Hefriansyah segera menyelesaikan RPJMD Siantar. Karena RPJMD itu penting dan dari situlah kita tahu, mau dibawa kemana kota kita ini, dan dari situ kita bisa ukur kinerja  Wali Kota kita, ucapnya.

Masih kata Hotman, masalah yang belum terselesaikan, yakni pelepasan 573 hektar lahan Tanjung Pinggir dan Pedagang Kaki Lima (PKL). "Sekarang masalah 573 hektar  itu sudah ada dipundak Hefriansyah, nah bagaimana Hefriansya bisa melepaskan lahan tersebut, dan itu bisa menjadi prestasi untuk dia. Selain itu, saat ini lagi gencar-gencarnya pemerintah menggusur PKL, nah Wali Kota harus hati-hati dalam mengambil keputusan, harus ada solusi yang konkrit kepada mereka,"katanya.

Hal senada juga disampaikan pengamat pemerintahan, Rindu Marpaung. Kata Rindu, tugas pertama Wali Kota adalah membuat RPJMD Siantar. "RPJMD itukan turunan dari visi dan misi sewaktu mereka berkampanye kemarin dan itu harus segera dikerjakan Wali Kota. Karena kita sudah tertinggal jauh dari daerah-daerah lain, jadi tidak ada lagi waktu untuk Wali Kota bereuforia, “katanya.

Selain itu, kata Rindu, masalah pelayanan publik juga menjadi tugas dari Wali Kota. "Hal-hal yang langsung menyentuh kepada masyarakat, seperti pelayanan kesehatan, seperti kita tahu bagaimana kondisi pelayanan RSUD Djasamen Saragih, itu harus segera diatasi oleh Hefriansyah karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Kemudian soal pelayanan administrasi, mulai dari tingkat lurah sampai SKPD.  Contohnya bagaimana Hefriansyah menyelesaikan soalnya KTP atau Kartu Keluarga (KK), “ucapnya.

Sebab menurut Rindu, tanggung jawab berkembang tidaknya kota Siantar saat ini sudah berada di pundak Hefriansyah. "Kemarinkan beliau masih bisa bilang, “sayakan masih Plh” (Pelaksanaan Harian), memontem pelantikan semalam mengartikan bahwa beban itu semua harus sudah ditanggung olehnya sendiri, melihat lamanya Siantar tanpa pemimpin mengartikan tidak ada lagi waktunya beliau (Hefriansyah) untuk bereuforia. Harusnya beliau sudah harus bekerja,"harapnya.

Penulis: Tom. Editor: gun.