Tarik Mobil Secara Paksa, Adira Finance Siantar akan Dipolisikan

Sepriandison Saragih. (foto : Ndo)

Simalungun, hetanews.com - Penarikan kendaraan secara paksa oleh pihak leasing masih saja terjadi.

Kali ini terjadi terhadap Simson Sijabat (44), warga Huta III Waringin, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

Pasalanya mobil Daihatsu Grandmax Pickup hitam nomor polisi (nopol) BK 8360 TP yang dikreditnya dari PT Adira Dinamika Multi Finance ditarik secara paksa oleh pihak leasing tersebut.

Ini dikatakan Simson melalui kuasa hukumnya, Sepriandison Saragih, Jumat (11/8/2017) siang. Menurutnya, kliennya telah membayar selama 31 bulan dan tinggal 17 bulan lagi kredit yang akan dibayarkan.

Selama ini, kliennya sudah taat membayar. Namun, belakangan ini terkendala karena kliennya adalah seorang pedagang kecil yang usahanya sedang merosot.

“Kita layangkan somasi ke Adira Finance Kota Siantar yang di Komplek Megaland, Jalan Sang Naualuh. Mobil klien kami ditarik di rumahnya pada 27 Juli 2017 lalu dengan ada unsur paksaan serta melawan hukum. Yang menarik ini debt collector PT Adira dan debt collector itu juga mengintimidasi istri klien kami untuk menyerahkan mobil itu,” kata pengacara yang biasa dipanggil Sepri ini.

Dijelaskannya, bahwa perbuatan debt collector PT Adira itu telah melawan hukum karena melakukan penarikan atau penyitaan tanpa adanya penetapan dari Pengadilan. Dan yang berhak mengeksekusi hasil penetapan tersebut adalah pihak kepolisian, bukan pihak leasing sebagaimana tertuang dalam Pasal 7 Undang-Undang (UU) Nomor 48  Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 tahun 2012.

“Diindikasi, PT Adira sudah melawan hukum sebagaimana tertulis di UU dan Perkap serta bekerja tidak sesuai prosedural. Penarikan tanpa prosedural ini bisa menjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) sebagaimana dalam pasal 365 KHUPidana. Padahal selama ini, klien kami selalu taat membayar dan sudah 31 bulan dibayar kreditnya, tinggal 17 bulan lagi. Ini belum terbayarkan karena usaha dagangannya merosot belakangan ini,” tegas Sepriandi.

Dalam surat somasi yang dilayangkannya ke PT Adira Dinamika Multi Finance Kota Siantar tertanggal 10 Agustus 2017, keluarga kliennya juga mengalami rasa ketakutan dan trauma atas sikap serta tindakan dari debt collector pihak leasing tersebut.

“Tanggal 9 Agustus, klien kami juga sudah pernah datang dengan niat baik ke kantor Adira untuk mempertanyakan hal apa yang perlu dilakukan agar mobilnya bisa dikembalikan sampai negosiasi untuk meminta keringanan pembayaran. Namun, usaha itu sia-sia dan malah pihak Adira terkesan tidak menghargai klien kami dan mempertunjukkan sikap mempersulit,” ucapnya.

“Kami menduga pihak PT Adira Finance telah menyembunyikan dan atau malah sudah mengalihkan mobil milik klien kami ini. Kami meminta agar pihak leasing menanggapi somasi kami ini dengan paling lama 2x24 jam hari kerja mengembalikan mobil yang dimaksud pada klien kami. Apabila hal ini tidak ditaati, maka kami akan membuat pengaduan resmi ke pihak Polres Simalungun. Besok atau hari Senin paling lama akan kita laporkan ke Polres Simalungun,” tutup Sepriandi.

Sementara itu, awak media belum bisa menemui pihak PT Adira Finance Kota Siantar di kantornya. Menurut seorang satpam dan admin dikantornya, bahwa pimpinan mereka sedang tidak dikantor. Akhirnya admin tersebut menghubungi seorang pimpinan mereka yang disebutnya bernama Kurnia dan menjabat sebagai HR Head.

Seorang awak media berbicara dengan Kurnia yang mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan pihaknya tersebut sudah sesuai prosedural. Agar lebih jelas tentang hal itu, ia menyarankan awak media bertemu dengannya pada esok hari karena ia sedang berada di luar kota.

Penulis: Ndo. Editor: Aan.