Polres Simalungun Evakuasi 3 Keluarga yang Tinggal di Hutan Sitahoan

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan memberikan pemaparan pada warga yang dievakuasi dari Hutan Sitahoan Dolok Sibolangit Nagori Sipangan Bolon, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon

Simalungun, hetanews.com - Pihak Polres Simalungun akhirnya mengevakuasi 3 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di kawasan Hutan Sitahoan Dolok Sibolangit Nagori Sipangan Bolon, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Rabu (9/8/2017).

Baca : Dapat Bisikan Danau Toba akan Meletus, 3 Keluarga Ini Tinggal di Hutan Sitahoan

Proses evakuasi ini dipimpin Kabag Ops Kompol EB Sinaga, Kasat Sabhara AKP W Harianja, Kapolsek Parapat AKP H Sihombing dan 15 orang personil (Posek Parapat dan Polres Simalungun).

Turut juga terlibat personil Bhabinsa Koramil Parapat, 8 orang pegawai Dinas Kehutanan KDH Wilayah II, 5 personil Basarnas, 2 personil Manggala AGNI, 3 personil Satpol PP, 6 pegawai staf Kecamatan, Pangulu dan Gamot serta 4 orang warga Nagori Sipangan Bolon.

Proses evakuasi warga yang tinggal di Hutan Sitahoan dipimpin Kabag Ops Kompol EB Sinaga.

Tim mengevakuasi 14 orang warga serta barang-barang milik mereka (1 unit mobil dan beberapa sepeda motor) dari kawasan Hutan Sitahoan dengan menggunakan 7 unit kendaraan dinas roda 4 (double cabin) serta 3 unit sepeda motor dinas Sabhara Polres Simalungun.

Mereka yang dievakuasi adalah keluarga Regen E Sitohang (46) anggota Polri, beralamat di Jalan Arjuna, RT 003 Desa Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, Provinsi Riau. Regen diketahui bersama istrinya Evaluciana Harianja dan 5 orang anaknya.

Lalu keluarga Zakaria Abdi Sinurat (32) beralamat di Jalan Torpisang Mata, Desa Bina Raga, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu. Diketahui Zakaria bersama seorang putrinya berusia 4 tahun.

Barang-barang milik warga yang tinggal di Hutan Sitahoan Dolok Sibolangit saat dievakuasi.

Yang terakhir keluarga Lambok H Sinurat (42) diketahui beralamat di Jalan Putri Ayu RT/RW 002/003, Desa/Kelurahan Mumugo, Kecamatan Tanah Putih,  Kabupaten Tanah Putih, Provinsi Riau. Diketahui Lambok bersama istrinya Kasiani (40) dengan 3 orang anak mereka.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Lambok Sinurat, jika mereka tinggal di kawasan hutan dengan mendirikan gubuk atau tenda plastik sejak Selasa (1/8/2017), dengan tujuan mencari dan mengumpulkan tanaman bahan obat-obatan tradisional.

Evakuasi dilakukan karena masyarakat merasa keberatan akan keberadaan mereka telah menyebarkan isu  tentang akan meledaknya Gunung Pusuk Buhit, sehingga mengakibatkan bencana besar di wilayah sekitaran Danau Toba. Keberadaan mereka juga disinyalir dapat merusak kawasan hutan lindung serta mengakibatkan kebakaran hutan.

Beberapa unit sepeda motor juga ikut dievakuasi.

Sementara hasil koordinasi Kapolres AKBP Marudut Liberty Panjaitan dengan Pemkab Simalungun, maka 13 orang warga tersebut akan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) untuk dikembalikan ke daerah asal di Kabupaten Dumai, Provinsi Riau.

Sedangkan Regen Sitohang yang mengaku sebagai anggota Polri bertugas di Polres Dumai, dengan pangkat Aiptu Nrp 71030157, jabatan Paur Bin Kum Bag Sumda, diketahui telah meninggalkan kedinasannya sejak Agustus 2016, tujuannya mencari dan mendalami ilmu kebatinan.

Hasil koordinasi Kapolres Simalungun dengan Kapolres Dumai AKBP Donal Happy Ginting, jika Aiptu Regen Sitohang telah meninggalkan dinas selama lebih kurang 1 tahun. Dan meminta Kapolres Simalungun untuk mengamankan sementara Regen atas dasar Daftar Pencarian Orang nomor : DPO / 01/ VII/ 2017 / Sie Propam tanggal 9 Juli 2017 dan nomor : DPO / 01a / VIII / 2017 / Sie Propam tanggal 9 Agustus 2017 dan menunggu penjemputan dari tim  Polres Dumai.

Penulis: jer. Editor: Aan.