Di Samosir, Pengantin Wanita Menikah di Depan Mayat Ibunya Viral di Medsos

Pendeta dari GPdI saat memimpin acara pemberkatan pernikahan Dapot Sinaga dan Veranika boru Manullang.(sumber facebook)

Samosir, hetanews.com - Jika anda aktif di media sosial  (facebook,red), mungkin saja “berita” heboh nan langka terjadi ini tidak akan luput dari perhatian. Apalagi saat melihat langsung foto-foto yang sengaja diposting agar diketahui banyak orang dan seketika bisa membuat orang nangis. Belum lagi, kisah ini terjadi di daerah Sumatera Utara yaitu Kabupaten Samosir.

Kisah ini diceritakan Lea D Rintauli Pandiangan, asal Pangururan, Samosir. Lea menampilkannya di dinding facebook miliknya hingga mendadak ramai dikunjungi bahkan postingannya tersebut mendapat berbagai respon dari seribuan pengunjung.  

Suasana pernikahan Dapot Sinaga dengan Veranika boru Manullang.(sumber facebook)

Ya, perempuan ini lah yang menceritakan sedikit kisah sedih pengantin suku Batak Toba yang diberkati oleh Pendeta GPdI, di depan mayat ibu pengantin perempuan. Pengantin pria diketahui bernama Dapot Sinaga, warga Pananggangan, kecamatan Nainggolan, kabupaten Samosir, sedangkan yang wanita, Veranika boru Manullang yang belakangan diketahui masih marpariban (saudara). Sedangkan ibu pengantin perempuan yang meninggal dunia karena sakit tersebut, diketahui boru Gultom.

Hetanews yang penasaran dengan jalan cerita pernikahan di depan mayat ibu pengantin perempuan ini langsung mencoba melakukan wawancara dengan Lea D Rintauli Pandiangan yang belakangan diketahui masih berkeluarga dengan Veranika. Lea sendiri memanggil orang tua Veranika dengan sebutan tulang dan nantulang. Dan Dapot Sinaga masih satu kampung dengan Lea sehingga kenal betul.

Lewat layanan messenger, Selasa (1/8/2017), Lea memberitahukan kalau peristiwa antara suka dan duka itu, berada di desa Nainggolan, kecamatan Nainggolan, kabupaten Samosir.

Pemberkatan pernikahan Dapot Sinada dan Veranika boru Manullang.(sumber facebook)

Sedangkan acara pemberkatan nikahnya berlangsung pada hari Senin (31/7/2017) lalu, di rumah duka (kediaman pengantin perempuan). Keduanya diberkati hanya dirumah oleh Pendeta GPdI dan disaksikan kedua belah pihak pengantin.

Sedangkan hari ini, Selasa (1/8/2017) merupakan acara adat pemakaman boru Gultom (ibu Veranika).

Hetanews yang penasaran, berusaha menggali informasi yang luas, apalagi pemandangan pernikahan di depan mayat orang tua masih tergolong jarang terjadi. Pertanyaan hetanews hampir sama dengan teman – teman Lea di facebook yang mengkomentari status dan foto terkait peristiwa itu.  

Diberitahukan Lea, bahwa nantulangnya itu (almarhum boru Gultom) meninggal dunia pada Sabtu (29/7/2017).

“Awalnya nantulang itu hanya sakit kepala saja, terus dibawa ke Puskesmas dan setelah itu dibawa ke Rumah Sakit di Pangururan dengan kondisi tidak bisa ngomong atau buka mata,”kata Lea memberitahui penyebab boru Gultom hingga akhirnya meninggal dunia.

Dapot Sinaga dan Veranika boru Manullang tampak menangis menghampiri mayat ibu mereka yang terbujur kaku.(sumber facebook)

Dan jika dilihat dari akun facebook Veranika (pengantin perempuan,red), ternyata ibunya, boru Gultom sempat mendapat perawatan hampir dua minggu lamanya hingga akhirnya meninggal dunia.

Saat ditanya hetanews, mengapa baik Dapot maupun Veranika harus melangsungkan pernikahan di saat kemalangan? Apakah karena dipesankan ibu Veranika (almarhum boru Gultom) atau memang karena sudah sempat menjalankan undangan sehingga tidak bisa diundur lagi.

Jawab Lea, bahwa pernikahan itu bukan karena pesan ibunya sebelum meninggal dunia dan keduanya memang dijodohkan dalam waktu yang sangat singkat.

Diperjelas Lea bahwa pernikahan itu dibicarakan pas pada Minggu malam (30/7/2017) lalu pemberkatan pernikahannya pada Senin pagi (31/7/2017), di rumah duka.

Hetanews kembali menanyakan, apakah pernikahan itu karena tinggal Veranika yang belum menikah? Atau apa sebenarnya yang menyebabkan hingga kesannya dipaksakan waktunya? Menjawab pertanyaan hetanews, Lea menyebutkan bahwa masih ada lagi yang belum menikah selain Veranika dan mereka 3 bersaudara namun Lea tak menyebutkan anak keberapa Veranika.

Veranika boru Manullang menangis dan memeluk mayat ibunya yang terbujur kaku.(sumber facebook)

Dan soal alasan pernikahan lain yang ditanya hetanews, tak kunjung diberitahu oleh Lea. Lea hanya menegaskan berulang kali bahwa panjang ceritanya seakan memang ada yang tidak perlu diketahui publik. "Semua kehendak Tuhan,"katanya. Tapi Lea sempat juga menyebutkan bahwa pernikahan itu dilakukan lantaran ibunya Veranika meninggal dunia.

Bahkan Lea juga memberitahukan bahwa sebenarnya ada pacar Veranika namun belakangan tidak siap diajak untuk menikah hingga akhirnya menikah dengan Dapot Sinaga.

Pantauan hetanews, pada foto yang diposting Lea pada dinding facebooknya, terlihat acara pemberkatan pernikahan yang mengundang rasa haru, apalagi saat kedua mempelai menghampiri mayat ibu mereka yang terbujur kaku.

 

 

 

 

  

 

 

Penulis: gun. Editor: gun.