PD PHJ Terapkan Disiplin Super Ketat. Kalau Bolos, Gaji Karyawan Dipotong!!!

Siantar,hetanews.com- Sejumlah karyawan Perusahaan Daerah - Pasar Horas Jaya (PD-PHJ), mengeluhkan perlakuan semena -mena dari pihak perusahaan yang menerapkan kebijakan sepihak.

Dinsinyalir tindakan tersebut dilakukan untuk memangkas jumlah pegawai, akibat perusahaan tidak mampu lagi menutupi upah ratusan karyawan. 

Pihak PD-PHJ diduga sering melakukan kebijkakan sepihak dengan memberikan ancaman rotasi (pemindahan), bahkan pemecatan kepada pegawai.

Kebijakan yang dirasa semena - mena itu dilakukan oknum Dirut PD-PHJ kepada sejumlah karyawan yang kerap bolos kerja. Hal itu berawal dari pihak Perusahaan yang belum dapat merealisasikan pengupahan sejumlah karyawan yang berstatus calon pegawai. 

Dikatakan, jumlah gaji atau upah sesuai dengan SK (Surat Keputusan) yang diterima para calon pegawai tertanggal 3 Oktober 2016 - Juli 2017, seharusnya menerima upah dari perusahaan senilai Rp. 1,3 sampai Rp.1,6 Juta. Namun sangat disayangkan. Perusahaan sampai saat ini belum dapat merealisasikan, sehingga berbuntut menurunya semangat sejumlah karyawan untuk bekerja.

Karyawan yang berstatus calon pegawai tersebut masih menerima upah sebesar Rp.675 ribu, dengan jadwal pengganjian yang kerap molor. 

Keluh kesah ini diungkapkan oleh salah seorang karyawan PD-PHJ yang berstatus calon pegawai, saat ditemui usai jam kerja, Senin (17/07/2017) malam. Kepada hetanews, ia meminta wartawan untuk menyembunyikan identitasnya, karena khawatir pihak Perusahaan akan memanggil dan memberikan sanksi pemecatan.

"Gak usah dibuat namaku lae. Banyak juga karyawan yang jadi mata - mata Dirut. Soalnya nanti dipecat aku,"ujarnya.

Ia mengakui, walau ratusan karyawan yang bernasib sama dengannya, tetap saja mereka takut untuk menyuarakan keresahan mereka, bahkan enggan untuk menuntut upah yang seharusnya mereka terima. 

"Gara - gara gaji itunya lae. Siapa mau kerja sebulan hanya dapat enam ratus ribu. Dari situlah makin malas karyawan kerja. Karena sebagian karyawan malas masuk, dimanfaat dirutlah ini. Dibuat sanksilah. Dirotasi baru dipotong gaji karyawan yang enggak kerja,"ujarnya seraya menambahkan, empat orang karyawan akhirnya keluarkan setelah dirotasi.

Tidak hanya rotasi yang diberikan oleh perusahaan. Kepada karyawan yang jarang masuk, perusahaan milik Pemerintah Kota Siantar itu pun tak segan - segan memotong gaji karyawan yang tidak hadir.

Perusahaan Daerah yang dipimpin oleh Setia Siagiaan ini pun menerapkan disiplin, empat kali dalam sehari mengisi daftar kehadiran (absensi). Kebijakan itu pun sudah berlangsung sejak dua bulan belakangan.

"Sudah kerja digaji enam ratus sebulan, dipotong pula dua puluh ribu sehari kalau gak datang. Mau gak kerja, sayang. Uda banyak uang masuk pada saat melamar keperusahaan ini,"ungkapnya sembari menambahkan, dirinya pernah menerima gaji sebesar tiga ratus ribu.

Terpisah, Berto Purba, salah seorang mahasiswa, penggiat organisasi ekstra kampus yang diminati pendapatnya menuturkan, sikap yang diperbuat oleh pihak PD-PHJ itu, merupakan tindakan yang tidak adil bagi karyawan.

Ia menerangkan, perusahaan  itu telah menjadi contoh yang tidak baik, bagi perusahaan lain yang berada di kota berhawa sejuk ini.

"Menurutku, itu jelas tidak adil. Ada indikasi, kalau perusahaan memanfaatkan situasi ini, supaya memangkas jumlah karyawan. PD-PHJ kan milik Pemko. Cemananya perusahaan milik Pemerintah yang seharusnya memberikan lowongan kerja, malah menindas,"pungkasnya.

Penulis: Hug. Editor: gun.