Pupuk Bersubsidi Langka, Ini Jawaban Dinas Pertanian Simalungun

Simalungun,hetanews.com- Kelangkaan pupuk bersubsidi yang saat ini menerpa para petani di Kabupaten Simalungun, diakibatkan pendistribusian pupuk yang kerap mengalami keterlambatan. Demikian disampaikan Mudianto, Kepala Seksi Pupuk Peptisida Alat dan Mesin Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun kepada sejumlah wartawan, Senin (17/07/2017), di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun.

Ditegaskan Mudianto, kelangkaan pupuk bersubsidi sudah sering terjadi. Sebelumnya, kejadian yang sama pernah dialami pada tahun lalu, percis di bulan September dan November Tahun 2016. Diakuinya, kelangkaan pupuk tentu sangat berpengaruh terhadap kelangsungan para petani padi sawah, yang saat ini terancam merugi.

"Pupuk memang langka. Karena pupuk dari Petrokimia itu, pendistribusian saat ini sedang terlambat. Masalahnya adalah, jarak tempuh dari pabrik produsen pupuk hingga kemari (Kabupaten Simalungun) memakan waktu yang lama. Sedangkan stock distributor kosong,"paparnya.

Sambungnya, kelangkaan pupuk yang dialami para petani padi sawah khususnya di Kecamatan Panombean Pane, bukan hanya di daerah itu saja. Namun hal itu terjadi di seluruh Kota/ Kabupaten di Propinsi Sumatera Utara.

"Kelangkaan pupuk bukan hanya di tingkat Kecamatan atau Kabupaten Simalungun saja. Tapi seluruh Sumatera Utara,"katanya.
Lebih lanjut, ia menerangkan, sebab dari kelangkaan pupuk tersebut dikarenakan pendistribusian yang tidak tepat waktu. Produsen pupuk yakni PT Pertokimia Gresik menyalurkan pupuk melalui jalur laut dari Provinsi Jawa Timur hingga menuju pelabuhan Belawan Provinsi Sumatera Utara. Mudianto mengasumsikan, jarak tempuh yang jauh dan menyita waktu lah yang menjadi penyebab kosongnya distributor pupuk. 

"Jadi, Petrokimia menyalurkan pupuk langsung ke seluruh Sumatera Utara. Bukan hanya Simalungun saja. Jadi, kalau langka di Simalungun, berarti langka di Sumatera Utara. Pendistribusian pupuk dari jalur laut. Kita gak tau, bagaimana kondisi laut, kalau misalnya ada ombak, gimana, " ungkapnya.

Ia menepis, bahwa kelangkaan pupuk dialami para petani merupakan tanggung jawab dari Dinas Pertanian. 

"Kami (Dinas Pertanian) bukan penjual pupuk. Yang bermasalah kan produsen pupuk yang mengalami keterlambatan. Bukan kami,"pungkasnya, seraya menambahkan, pihaknya sudah berupaya untuk melakukan kordinasi langsung ke produsen pupuk yakni, PT Petrokima Gresik.

Kabupaten Simalungun merupakan salah satu lumbung beras di Provinsi Sumatera Utara. Namun baru - baru ini, sejumlah petani mengeluhkan kelangkaan pupuk. Khususnya pupuk bersubdi yang digunakan untuk tanaman pangan dan tanaman horti kultura. Selain berdampak gagal panen, kelangkaan ini juga merujuk kearah bangkrutnya para petani beras. Kejadian itu dialami para petani di Kecamatan Panombean Panei.

 

Penulis: Hug. Editor: gun.