Lima Pelaku Pembunuhan 2 IRT Diringkus, Ini Ceritanya

Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga didampingi Kasat Reskrim AKP Bayu Putra Samara, Kanit Jatanras Ipda Khomaini dan Tim dari Poldasu. (foto : Heru)

Asahan, hetanews.com - Satuan Reskrim Polres Asahan dibantu tim Polda Sumatera Utara (Poldasu) berhasil mengungkap kasus pembunuhan menewaskan 2 orang ibu rumah tangga (IRT) di Dusun III Desa Lobbu Rappa, Kecamatan  Aek Songsongan, Kabupaten Asahan.

Baca : Dua IRT Tewas Bersimbah Darah, Diduga Dirampok di dalam Rumah

Sebanyak 5 orang terduga diduga pelaku pembunuhan berhasil diringkus secara terpisah, Rabu (12/7/2017).

“Dalam waktu 24 jam alhamdulillah kita telah berhasil meringkus para terduga pelaku pembunuhan 2 orang wanita di Desa Lobu Rappa. Para tersangka ditangkap secara terpisah,” kata Kapolres AKBP Kobul Syahrin Ritonga, saat gelar pres rilis di Polres Asahan, Kisaran, Rabu (12/7/2017).

Salah satu pelaku saat digiring tim Reskrim Polres Asahan. (foto : Heru)

Di antara kelima tersangka terdiri dari seorang otak pelaku, 3 eksekutor dan seorang penadah barang-barang hasil curian. Sedangkan otak dan perencana pembunuhan seorang wanita yakni Nurhasanah Siregar (23) warga Dusun III Desa Lobu Roppa. 

Bertindak sebagai eksekutor, yakni Rudi Purba (27), warga Dusun I Desa Lobu Roppa, Akhmad Bukhori (26) warga Desa Titi Putih Kecamatan Gunung Melayu Kabupaten Asahan dan Nardi Pasaribu (23) warga Dusun II Desa Lobu Roppa. 

Sedangkan penadah barang barang hasil curian, yakni Agus Salim warga Dusun III Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan.

Para tersangka di RSU HAMS Kisaran saat dilakukan pengeluaran proyektil peluru. (foto : Heru)

Dua pelaku lainnya, Nurhasanah dan Nardi Pasaribu diamankan di Kecamatan Bandar Pulau. Kemudian, Rudi Purba dan Akhmad Bukhori diamankan di Damuli Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). 

Sedangkan Agus Salim diringkus di Simpang Empat Desa Pulau Maria, Kecamatan Airbatu. “Tiga dari 5terduga pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan saat hendak diamankan petugas,” ujar Kobul. 

Kapolres menerangkan, pihaknya telah membentuk tim khusus guna mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Terungkapnya para pelaku diawali dari pelacakan keberadaan telepon seluler (ponsel) yang dicuri dari rumah korban, sehingga tim Reskrim dibantu dari Poldau segera bergerak cepat.

Kelima pelaku saat diamankan di Polres Asahan. (foto : Heru)

Akhirnya petugas berhasil melacak keberadaan para pelaku melalui ponsel yang dijual pada penadah . Awalnya diringkus adalah penadah ponsel Agus Salim lalu dilakukan pengembangan, hingga akhirnya berhasil menangkap otak pelaku dan eksekutor.

Selain berhasil mengamankan para tersangka, tim juga berhasil menyita barang barang curian, yakni 4 unit ponsel dan 1 unit sepeda motor. 

Tim juga menyita sebuah golok dan balok kayu yang digunkan untuk menghabisi nyawa korban. Ini termasuk kain dan baju yang dikenakan tersangka saat dihabisi oleh para pelaku.

Otak pelaku Nurhasanah Siregar. (foto : Heru)

Kasat Reskrim, AKP Bayu Putra Samara melalui Kanit Jatanras Ipda Khomaini mengatakan , setelah berhasil mengamankan penadah ponsel, dengan jarak 5 jam satu persatu para tersangka berhasil diringkus.

“Memang mereka coba kabur saat diringkus, sehingga terpaksa kita lakukan pelumpuhan dengan tembak kaki di tempat,” papar Khomaini.

Alat untuk mengeksekusi kedua korban. (foto : Heru)

Secara terpisah, otak pelaku Nurhasanah Siregar mengakui telah merencanakan seminggu sebelum esekusi dilakukan. Dan pertama kali hal itu disampaikan pada pacarnya Nardi Pasaribu. Lalu Nardi mengajak 2 orang temannya dan dijanjikan uang Rp 5 juta, namun baru Rp 1 juta diberikan.

“Saya melakukan karena terpaksa, di mana korban Klara Boru Sialagan melakukan kerja sama memberikan pinjaman uang. Saya dipercayakan mencari pelanggan. Uang hasil yang dipinjamkan itu terpakai sama saya,” kata Nurhasanah.

Kembali ditanya mengapa korban Nusi Sirait ikut dibantai, Nurhasanah Siregar hanya  mengatakan, jika keduanya satu rumah pada malam itu, sehingga terpaksa dihabisi.

 

 

 

 

 

Penulis: heru. Editor: Aan.